Monday, 23 October 2017

Budaya Lampung

Dalam budaya Lampung kita kenal hal hal yang berkaitan dengan akal dan budi manusia sebagaimana yang terdapat pada budaya. Dalam budaya Lampung digunakan alat komunikasi berupa bahasa Lampung dan dalam penggunaan alat komunikasi itu di sepakati ada 2 ( dua ) ragam bahasa yakni Ragam biasa / Umum dan Ragam Peghwatin ( Halus )
Berbicara mengenai budaya Lampung tidak lepas dari adanya adat istiadat yang ada di daerah Lampung. Adat di bentuk dan dilaksanakan dengan cara perundingan yang disebut BEPADUE.
Ragam atau macam adat Lampung ada 2 golongan yaitu :
1.      Adat Lampung Pepadun ( Sistem Kepenyimbangan )
Adat Lampung Pepadun digunakan oleh penduduk Abung, Menggala, Tulang Bawang, Way Kanan, Sungkai dan Pubiyan. Sistem adat Pepadun meliputi
a.       Sistem pepadun Mego terdiri dari :
ü  Kebuaian Anak Tuho
ü  Nunyai
ü  Beliuk
ü  Kunang
b.      Sitem pepadun Banda terdiri dari :
ü  Buai Subing
ü  Terbanggi
ü  Subing Labuhan
ü  Nuban Bumi Ratu
ü  Nuban Bumi Jawo
ü  Unyi Sukadana
ü  Unyi Buyut / Gunung Sugih
c.       Sistem pepadun Sukeu terdiri dari :
ü  Buai Pubiyan
ü  Padang Ratu
ü  Pubiyan Putih Doh
ü  Pubiyan Balau
ü  Pubiyan Ketibun
d.      Sistem Sumbai terdiri dari :
ü  Bulan Aji Tulang Bawang
ü  Way Kanan
ü  Buai Pemuka
ü  Bahuga Semenguk
ü  Tegamoan
Dalam adat pepadun terdapat 3 ( Tiga ) adat pokok yaitu :
1.      Adat Cepalo yaitu bentuk larangan larangan yang membentuk akhlak dan tingkah laku baik dan berbudi luhur sehingga menumbuhkan nilai nilai harga diri dan norma norma kehormatan pribadi maupun keluarga disebut PIIL PESENGGIRI. Dalam piil pesenggiri terdapat 5 ( lima ) unsur diantaranya : Bejuluk beadek, Nemui nyimah, Nengah Nyampugh, Sakai Sabayan, dan Mufakat
2.      Adat Ngajuk Ngakuk yaitu adat dalam perkawinan yang merupakan sumber utama dari adat perkawinan upacara adat
3.      Adat Kebumian yaitu keserangkaian persyaratan untuk baik materi dan non materi yang diperlukan guna mendapatkan seseorang sebagai warga adat tentang dalam keadatan. Pemimpin kelompok adat diketuai oleh seseorang punyimbang yang berpangkat Raja,Pangeran, atau Sutan. Pemimpin kelompok terkecil disebut Tuho Rajo. Untuk mencapai pangkat Sutan adat Lampung Pepadun mengharuskan seseorang “ Begawi Cakak Pepadun “ dengan memotong kerbau guna menjamu keluarga serta majelis yang akan melantiknya sebagai penyimbang adat, sebagai ciri adat pepadun yaitu sistem kepenyimbangan

2.      Adat Lampung Sai batin meliputi daerah daerah Melinting Meringgai, Pesisir Rajabasa, Kalinda, Pesisir Teluk, Padang Cermin,  Pesisir Semangka, Pesisir Krui, Liwa, Peminggir Sekala Beghak, Komering Ranau 

0 comments:

Post a Comment